Kriptova

Triple Exponential Moving Average (TEMA)

Triple Exponential Moving Average (TEMA) adalah moving average yang dimodifikasi yang dibuat pada pertengahan 1990-an oleh Patrick Mulloy.1 Rata-rata ini dikembangkan untuk menghindari masalah kelambatan yang tak terhindarkan yang dihadapi pedagang saat menggunakan osilator atau exponential moving average (EMA). Menggunakan multiple moving average harga menghaluskan fluktuasi jangka pendek. Apa yang membuat TEMA begitu efektif adalah bahwa ia menggunakan EMA berturut-turut dari EMA, dan rumusnya mencakup penyesuaian untuk lagging.

TEMA bereaksi terhadap perubahan harga lebih cepat daripada MA atau EMA tradisional. Ini karena beberapa lag telah dikurangi dalam perhitungan.

TEMA dapat digunakan dengan cara yang sama seperti jenis MA lainnya. Terutama, arah sudut TEMA menunjukkan arah harga jangka pendek (rata-rata). Ketika garis miring ke atas, itu berarti harga sedang bergerak naik. Ketika miring ke bawah, harga bergerak ke bawah.

Masih ada sedikit lag di indikator, jadi ketika harga berubah dengan cepat, indikator mungkin tidak langsung mengubah sudutnya. Juga, semakin besar periode lookback, semakin lambat TEMA dalam mengubah sudutnya ketika harga berubah arah.

Mengapa Triple Exponential Moving Average (TEMA) Penting untuk Trading?

TEMA bereaksi terhadap perubahan harga lebih cepat daripada MA atau EMA tradisional. Ini karena beberapa lag telah dihilangkan dalam perhitungan. TEMA dapat digunakan dengan cara yang sama seperti jenis rata-rata bergerak lainnya. Terutama, arah TEMA miring menunjukkan arah harga jangka pendek (rata-rata). Ketika garis miring ke atas, itu berarti harga sedang bergerak naik. Ketika miring ke bawah, harga bergerak ke bawah. Masih ada sedikit lag pada indikator, jadi ketika harga berubah dengan cepat, indikator mungkin tidak langsung mengubah sudutnya. Juga, semakin besar periode lookback, semakin lambat TEMA dalam mengubah sudutnya ketika harga berubah arah.

Triple Exponential Moving Average (TEMA)

TEMA juga dapat memberikan indikasi support atau resistance untuk harga. Misalnya, ketika harga naik secara keseluruhan, pada pullback mungkin turun ke TEMA, dan kemudian harga mungkin tampak memantul darinya dan terus naik. Pergerakan ini bergantung pada periode melihat kembali yang tepat untuk aset tersebut. Jika menggunakan TEMA untuk tujuan ini, seharusnya sudah memberikan support dan resistance di masa lalu. Jika indikator tidak memberikan support atau resistance di masa lalu, kemungkinan tidak akan terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.