Breaking
Menggunakan RSI untuk Keputusan Pembelian

Menggunakan RSI untuk Keputusan Pembelian

Oleh Ahmad Sofyan 27 Maret 2020

RSI atau Relative Strength Index (Indeks Kekuatan Relatif) adalah salah satu indikator dalam analisa teknis untuk menghitung apakah pasar sedang dalam posisi overbought (jenuh pembelian) atau oversold (jenuh penjualan). Saat pasar overbought, kemungkinan harga tidak akan naik lagi. Dan saat pasar oversold, kemungkinan harga tidak akan turun lagi.

RSI adalah salah satu indikator momentum. Artinya saat grafiknya naik, berarti sedang ada pembelian aktif di pasar. Begitu juga sebaliknya. Indikator ini ditemukan oleh J Welles Wilder pada tahun 1978. Sudah cukup tua namun masih relevan.

Cara Kerja RSI

Pada dasarnya RSI menghitung transaksi dalam periode 14. Tergantung pada timeframe yang Anda gunakan. Pada timeframe harian artinya menghitung 14 hari ke belakang. Timeframe per jam, akan menghitung 14 jam ke belakang. Dan seterusnya.

RSI adalah
Contoh RSI pada pergerakan harga EURO-GBP

Aturan main:

  1. Pergerakan RSI berada dikisaran 0-100. Batas untuk area overbought adalah 70 sedangkan batas oversold adalah 30.
  2. Pada saat indikator RSI sudah memasuki area overbought, maka Anda bisa melakukan melakukan penjualan. Atau jika Anda belum melakukan transaksi, bisa ambil posisi short.
  3. Pada saat indikator RSI sudah memasuki area oversold, maka Anda bisa melakukan pembelian, atau ambil posisi long.

Perlu diperhatikan untuk RSI:

  1. RSI jarang digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk tindakan (jual atau beli), namun ditunjang indikator lain seperti MACD atau Moving Average.
  2. Indikator RSI biasanya terlambat. Dia muncul setelah bar berpindah, sehingga kadang trader menjadi kehilangan kesempatan.

Sebagai tambahan untuk mengetahui cara penghitungan RSI bisa disimak halaman di Wikipedia tentang RSI.

RSI Divergence: Sinyal Pembalikan Akurat di 2026

Salah satu teknik paling powerful dalam menggunakan RSI adalah mendeteksi divergence — kondisi di mana pergerakan harga tidak sejalan dengan pergerakan RSI. Di tahun 2026, divergence RSI menjadi semakin relevan dengan volatilitas pasar crypto yang tinggi.

Contoh Divergence Bullish 2026

Pada awal 2026, Bitcoin membentuk lower low di harga $72.000 sementara RSI membentuk higher low (di kisaran 32, naik dari 28 sebelumnya). Ini adalah bullish divergence klasik yang menandakan tekanan jual mulai melemah. Dalam beberapa minggu setelahnya, Bitcoin melonjak ke $88.000, mengonfirmasi sinyal tersebut.

Kombinasi RSI dengan Smart Money Concepts

Banyak trader profesional di 2026 menggabungkan RSI divergence dengan Smart Money Concepts untuk mengidentifikasi area di mana institusi keuangan besar masuk atau keluar pasar. Kombinasi ini memberikan sinyal beli/jual dengan probabilitas keberhasilan yang lebih tinggi.

Tinggalkan komentar