Breaking
15 Saham Dividend Yield di Atas Deposito untuk Passive Income 2026

15 Saham Dividend Yield di Atas Deposito untuk Passive Income 2026

Oleh Kripto Master 9 Juni 2026
This entry is in the series Saham untuk Pemula

Saham untuk Pemula

Cara baca laporan keuangan saham perusahaan BEI untuk investor pemula

Baca Laporan Keuangan Saham: Panduan Lengkap untuk Pemula

Perbandingan reksadana dan saham untuk investor pemula Indonesia 2026

Reksadana vs Saham: Pilihan Terbaik Pemula Indonesia 2026

Ilustrasi perbandingan saham dan obligasi sebagai instrumen investasi untuk pemula di Indonesia

Perbedaan Saham dan Obligasi: Panduan untuk Pemula Indonesia

Grafik candlestick saham dengan indikator teknikal untuk pemula belajar analisis teknikal

Belajar Baca Grafik Saham Pemula: Panduan Lengkap Analisis Teknikal

Ilustrasi saham blue chip Indonesia untuk investor pemula dengan grafik pertumbuhan investasi

5 Saham Blue Chip Indonesia untuk Pemula yang Wajib Diketahui

Ilustrasi pergerakan IHSG di layar bursa saham Indonesia dengan grafik naik untuk investor pemula

Apa Itu IHSG? Panduan Lengkap Membaca Pergerakan Pasar Modal

Ilustrasi cara beli saham pertama melalui aplikasi sekuritas di smartphone

Cara Beli Saham Pertama: Tutorial Lengkap untuk Pemula

Ilustrasi cara buka rekening saham online melalui aplikasi sekuritas di Indonesia

Cara Buka Rekening Saham Online 2026: Panduan Lengkap RDN untuk Pemula

Ilustrasi investor pemula Indonesia mempelajari apa itu saham di layar komputer

Apa Itu Saham? Panduan Lengkap untuk Pemula di Indonesia 2026

Daftar saham dividen tinggi BEI untuk passive income 2026

15 Saham Dividend Yield di Atas Deposito untuk Passive Income 2026

Panduan investasi saham crowdfunding Indonesia untuk investor ritel tahun 2026

Cara Investasi Saham Crowdfunding Indonesia Tahun 2026

Investasi saham dividen tinggi di Bursa Efek Indonesia kini semakin menarik untuk strategi passive income. Mengapa? Karena rata-rata dividend yield emiten-emiten unggul mampu melampaui suku bunga deposito bank umum yang berkisar 4-5% per tahun. Artinya, investor bisa mendapatkan penghasilan pasif yang lebih menarik dibandingkan menaruh uang di deposito konvensional.

Pada 2026, beberapa saham di BEI masih konsisten membagikan dividen dengan yield tinggi. Artikel ini akan membahas 15 saham dividend yield yang layak dipertimbangkan untuk portofolio passive income jangka panjang Anda.

Apa Itu Dividend Yield dan Mengapa Penting?

Dividend yield adalah rasio yang menunjukkan persentase dividen terhadap harga saham. Semakin tinggi dividend yield, semakin besar penghasilan pasif yang bisa Anda terima. Sebagai contoh, jika sebuah saham memiliki dividend yield 6%, berarti Anda bisa mendapatkan imbal hasil 6% per tahun hanya dari dividen saja, belum termasuk potensi kenaikan harga saham.

Dibandingkan deposito bank yang saat ini menawarkan bunga sekitar 4-5%, saham dengan dividend yield di atas angka tersebut jelas lebih menarik untuk jangka panjang. Selain itu, saham juga memiliki potensi capital gain yang tidak bisa Anda dapatkan dari deposito.

15 Saham Dividend Yield di Atas Deposito di BEI

Berikut adalah daftar 15 saham yang secara historis memiliki dividend yield melampaui bunga deposito. Data ini berdasarkan laporan keuangan dan kebijakan dividen emiten hingga semester awal 2026.

1. PTBA (Bumi ressource energi tbk)

PTBA dikenal sebagai salah satu emiten pertambangan batubara yang rutin membagikan dividen besar. Dengan dividend yield yang konsisten di kisaran 8-10%, PTBA menjadi primadona bagi investor yang mencari passive income dari sektor energi. Kenaikan harga batu bara global masih menjadi faktor pendorong kinerja positif PTBA.

2. UNTR (United Tractors tbk)

UNTR merupakan emiten alat berat dan pertambangan yang juga memiliki track record dividen kuat. Dividend yield UNTR biasanya berada di kisaran 6-8%. Sebagai distributor utama alat berat Caterpillar di Indonesia, UNTR mendapat manfaat dari aktivitas pertambangan yang masih tinggi.

3. BBCA (Bank Central Asia tbk)

BBCA adalah salah satu bank terbesar di Indonesia dengan dividend yield stabil di kisaran 3-5%. Meskipun tidak setinggi sektor pertambangan, stabilitas dan pertumbuhan dividen BBCA menjadikannya pilihan aman untuk investor konservatif yang menginginkan passive income konsisten.

4. BBRI (Bank Rakyat Indonesia tbk)

BBRI memiliki dividend yield yang menarik, biasanya di kisaran 4-6%. Sebagai bank milik negara dengan jaringan mikro yang luas, BBRI terus tumbuh dan mampu membagikan dividen yang layak setiap tahun.

5. TLKM (Telekomunikasi Indonesia tbk)

TLKM atau Telkom adalah salah satu saham blue chip yang rajin membagikan dividen. Dengan dividend yield berkisar 4-5%, TLKM cocok untuk investor yang mencari stabilitas dan penghasilan pasif dari sektor telekomunikasi.

6. HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna tbk)

HMSP dikenal sebagai salah satu emiten rokok terbesar di Indonesia. Dividend yield HMSP bisa mencapai 5-7%, menjadikannya menarik bagi investor yang mencari passive income dari sektor consumer goods.

7. SMGR (Semen Indonesia tbk)

SMGR sebagai pemimpin industri semen di Indonesia memiliki dividend yield yang cukup kompetitif, biasanya di kisaran 4-6%. Proyek infrastruktur pemerintah menjadi pendorong utama permintaan semen.

8. PGAS (Permata Gas tbk)

PGAS merupakan emiten di sektor energi yang membagikan dividend yield menarik di kisaran 5-7%. Kinerja perusahaan sangat dipengaruhi oleh harga gas alam dan kontrak jangka panjang dengan pelanggan industri.

9. AKRA (Astra Agro Lestari tbk)

AKRA bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit. Dengan dividend yield yang bisa mencapai 5-8%, saham ini cocok untuk investor yang ingin diversify di sektor agribisnis.

10. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia tbk)

JPFA merupakan emiten di sektor agribisnis yang bergerak di bidang pakan ternak dan perunggasan. Dividend yield JPFA biasanya berada di kisaran 4-6%, dengan potensi pertumbuhan seiring meningkatnya permintaan protein hewani.

11. INDF (Indofood Sukses Makmur tbk)

INDF adalah salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia. Dengan dividend yield sekitar 3-5%, INDF menawarkan stabilitas bagi investor yang mencari passive income dari sektor consumer goods.

12. CPIN (Charoen Pokphand Indonesia tbk)

CPIN merupakan emiten perunggasan dan pakan ternak yang juga memiliki dividend yield menarik di kisaran 4-6%. Kinerja CPIN didukung oleh permintaan domestik yang stabil.

13. ASII (Astra International tbk)

ASII adalah konglomerasi besar dengan diversifikasi bisnis di automotive, financial services, dan lainnya. Dividend yield ASII biasanya di kisaran 3-5%, dengan potensi pertumbuhan harga saham yang menarik.

14. BJBR (Bank Jawa Tengah tbk)

BJBR merupakan bank daerah yang memiliki dividend yield kompetitif, biasanya di kisaran 5-7%. Saham ini cocok untuk investor yang mencari variasi di sektor perbankan regional.

15. MIKA (Siloam International Hospitals tbk)

MIKA adalah emiten healthcare yang terus berkembang dengan dividend yield menarik di kisaran 4-6%. Pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia menjadi prospek positif bagi MIKA.

Tips Memilih Saham Dividen untuk Passive Income

Sebelum membeli saham dividen, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Payout Ratio: Pastikan perusahaan memiliki payout ratio yang wajar, biasanya di bawah 80%. Payout ratio terlalu tinggi bisa menandakan perusahaan tidak memiliki ruang untuk pertumbuhan.
  • Konsistensi Dividen: Pilih emiten yang konsisten membagikan dividen selama minimal 3-5 tahun terakhir.
  • Kondisi Keuangan: Periksa laporan keuangan perusahaan untuk memastikan mereka mampu mempertahankan atau meningkatkan dividen di masa depan.
  • Diversifikasi: Jangan taruh semua uang di satu saham. Sebarkan investasi ke beberapa emiten dari sektor berbeda untuk mengurangi risiko.

Perbandingan Dividend Yield vs Deposito

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut perbandingan potensi passive income:

InstrumenRata-rata YieldPotensi Capital GainRisiko
Deposito Bank4-5%Tidak adaSangat Rendah
Saham Dividen Tinggi5-10%AdaSedang-Tinggi

Seperti yang terlihat, saham dividen menawarkan potensi yield yang lebih tinggi plus peluang capital gain. Namun, ada risiko fluktuasi harga yang perlu Anda tanggung. Oleh karena itu, pendekatan buy and hold sangat disarankan untuk strategi passive income.

Kesimpulan

Saham dividend yield di atas deposito menjadi pilihan menarik untuk strategi passive income jangka panjang. Dengan pemilihan yang tepat, Anda bisa mendapatkan imbal hasil 5-10% per tahun dari dividen saja, belum termasuk potensi kenaikan harga saham.

Namun, selalu lakukan riset mendalam sebelum investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan jika perlu. Kunci sukses dalam investasi dividen adalah konsistensi dan kesabaran. Baca panduan saham untuk pemula untuk memulai perjalanan investasi Anda.

“Investasi saham dividen bukan tentang kaya cepat, tapi tentang membangun kekayaan perlahan namun pasti melalui passive income yang konsisten.”

Bagaimana menurut Anda? Apakah ada saham dividen favorit yang ingin Anda diskusikan? Silakan tinggalkan komentar di bawah untuk memulai diskusi.

Navigasi Seri

Tinggalkan komentar