Solana, sebuah jaringan blockchain terdesentralisasi yang dikenal sebagai salah satu protokol tercepat di dunia, telah mengalami kebangkitan sebagai instrumen investasi setelah insiden FTX pada November 2022.
Kejatuhan Solana
Setelah kebangkrutan FTX, SOL anjlok 50% – nilainya $ 14,19 pada saat penulisan – dibandingkan dengan penurunan 15% dari koin utama lainnya. Krisis ini dipicu oleh laporan bahwa sebagian besar neraca lengan perdagangan saudara FTX, Alameda Research, sebagian besar terdiri dari FTX Token (FTT) dan SOL aslinya. Changpeng Zhao, CEO bursa saingan Binance, kemudian mengungkapkan rencana untuk melikuidasi sisa FTT yang tersisa di bukunya – dilaporkan bernilai lebih dari $ 500 juta – dan FTX tidak dapat mengatasi lonjakan penarikan yang dihasilkan.
FTX dan Solana juga bekerja sama secara langsung. Token utilitas Serum FTX SRM – proyek keuangan terdesentralisasi buku pesanan – dibangun di atas blockchain-nya sementara beberapa proyek menggunakan jembatan kustodian Sollet FTX, dompet cryptocurrency untuk berinteraksi dengan blockchain Solana.
Kebangkitan Solana
Meskipun demikian, Solana, yang telah menunjukkan stabilitas dan kehandalan selama beberapa tahun terakhir, langsung menjadi salah satu pilihan investasi yang aman bagi para investor yang ingin menghindari risiko insiden seperti ini.
Dengan kecepatan transaksi hingga 65.000 transaksi per detik dan biaya transaksi yang sangat rendah, Solana menawarkan solusi yang dapat diandalkan bagi para pengguna yang ingin melakukan transaksi kripto dengan cepat dan efisien.
Banyak investor institusi dan individu yang mulai beralih ke Solana sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Hal ini terlihat dari peningkatan volume transaksi Solana yang signifikan sejak insiden FTX tersebut.
Solana juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan dan proyek terkemuka di dunia kripto, seperti Serum DEX, ChainGuardian, dan Chainlink, untuk mengembangkan jaringan dan meningkatkan keandalannya.
Dengan kembalinya Solana sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, para investor dapat kembali yakin dengan keandalan jaringan blockchain dan berinvestasi dengan tenang. Solana siap untuk menjadi salah satu protokol blockchain terbaik di dunia dan menjadi pilihan yang tepat bagi para investor kripto.
Performa Solana 2023–2026: Kebangkitan Spektakuler
Setelah nyaris mati pasca-kehancuran FTX pada November 2022 — di mana SOL jatuh ke level $8 — Solana mengalami salah satu kebangkitan paling spektakuler dalam sejarah kripto. Berikut adalah perjalanan Solana dari keterpurukan menuju puncak baru:
- 2023: Tahun Pemulihan — SOL bangkit dari $8 ke $120. Ekosistem DeFi Solana mulai tumbuh kembali. Proyek-proyek seperti Jupiter, Raydium, dan Marinade Finance menjadi tulang punggung ekosistem.
- 2024: Tahun Ekspansi — SOL menembus $200. Lonjakan aktivitas didorong oleh memecoin, airdrop, dan proyek DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Network). Solana mencatat rekor volume DEX harian yang melampaui Ethereum.
- 2025–2026: Konsolidasi Kekuatan — SOL stabil di kisaran $150–$300. Solana menjadi blockchain pilihan utama untuk aplikasi konsumen berkat kecepatan dan biaya transaksi yang sangat rendah.
Perbandingan Solana vs Ethereum vs Avalanche (2026)
Untuk memahami posisi Solana di pasar, penting untuk membandingkannya dengan kompetitor utama:
| Metrik | Solana (SOL) | Ethereum (ETH) | Avalanche (AVAX) |
| Kecepatan Transaksi | 65.000 TPS | ~30 TPS (Layer 1) | 4.500 TPS |
| Biaya Rata-rata | < $0,01 | $1–$10 (L1) | $0,1–$0,5 |
| TVL DeFi (2026) | $15–20 M | $70–90 M | $3–5 M |
| Kapitalisasi Pasar | #3–4 | #2 | #10–12 |
| Ekosistem Aplikasi | DeFi, DePIN, Memecoin | DeFi, RWA, L2 | DeFi, Gaming, Subnets |
Solana unggul dalam kecepatan dan biaya transaksi, sementara Ethereum tetap dominan di segi total value locked (TVL) dan ekosistem Layer-2. Avalanche, meskipun lebih kecil, memiliki keunggulan di arsitektur subnet. Pelajari lebih lanjut tentang inovasi Layer-2 di Layer 2 Ethereum: Inovasi Skalabilitas dan ZK Rollup.
Kesimpulan: Solana sebagai Pilar Ekosistem Multi-Rantai
Solana telah membuktikan bahwa kebangkitannya bukan sekadar dead cat bounce. Dengan fundamental yang solid, ekosistem yang berkembang pesat, dan adopsi yang terus meningkat, Solana telah mengamankan posisinya sebagai salah satu blockchain terpenting di era multi-rantai 2026.

Wah, artikelnya ngingetin saya waktu FTX collapse dan SOL sempat anjlok 50% ke $14. Tapi setelah baca soal kecepatan transaksi 65k TPS dan biaya rendah, saya jadi tertarik lagi buat investasi. Semoga kemitraan dengan Serum dan Chainlink bikin Solana makin solid ke depannya.