Breaking
10 Saham Dividen High Yield di BEJ dengan Yield di Atas Deposito 2026

10 Saham Dividen High Yield di BEJ dengan Yield di Atas Deposito 2026

Oleh Kripto Master 17 Agustus 2026

Investasi saham dividen high yield semakin menarik perhatian investor Indonesia pada 2026. Ini karena banyak saham di Bursa Efek Jakarta menawarkan yield yang jauh melampaui deposito bank konvensional. Alhasil, investor bisa memperoleh passive income secara konsisten tanpa terjebak dalam sistem riba.

Deposito bank di Indonesia saat ini menawarkan bunga rata-rata 3-5% per tahun. Namun, sejumlah saham blue chip dan empresas stabil justru membagikan dividen dengan yield 5-10% atau bahkan lebih tinggi. Perbedaan ini membuat investor cerdas mulai mengalihkan dananya dari deposito ke instrumen saham dividen yang lebih menguntungkan.

Mengapa Memilih Saham Dividen High Yield di BEJ?

Ada beberapa alasan mengapa saham dividen high yield menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari passive income halal:

  • Yield lebih tinggi dari deposito: Banyak saham dividen menawarkan yield 2-3 kali lipat dari bunga deposito bank.
  • Potensi pertumbuhan modal: Selain dividen, investor juga bisa memperoleh capital gain dari kenaikan harga saham.
  • Income stabil setiap tahun: Perusahaan yang konsisten membagikan dividen biasanya memiliki fundamental kuat.
  • Tidak ada riba: Dividen berasal dari keuntungan perusahaan, bukan dari bunga berlipat seperti sistem riba.

Menurut data dari CoinDesk, minat investor terhadap instrumen income terus meningkat secara global pada 2026. Tren ini juga terjadi di pasar modal Indonesia.

10 Saham Dividen High Yield di BEJ dengan Yield di Atas Deposito

Daftar berikut mencakup saham-saham yang dikenal memiliki riwayat pembagian dividen konsisten dengan yield menarik. Data berdasarkan kinerja 2025 dan outlook 2026.

1. PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

Telkom merupakan salah satu国企 raksasa yang selalu konsisten membagikan dividen. Pada 2025, TLKM membagikan dividen dengan yield sekitar 6-7%. Dengan fundamental bisnis telecom yang stabil,TLKM cocok untuk investor jangka panjang.

2. PT Unilever Indonesia (UNVR)

UNVR dikenal sebagai

“divident queen” di BEJ. Meskipun pertumbuhannya melambat, Unilever tetap konsisten membagikan dividen dengan yield tinggi mencapai 6-8%. Bisnis consumer goods-nya menghasilkan cash flow stabil setiap tahun.

3. PT PP London Sumatra (LSIP)

LSIP merupakan perusahaan agribisnis yang aktif membagikan dividen. Dengan yield berkisar 5-7%, saham ini menarik bagi investor yang mencari eksposur ke sektor pertanian dan kelapa sawit.

4. PT Selamat Sempurna (SMSM)

SMSM merupakan perusahaan suku cadang automotive yang konsisten membukukan laba dan membagikan dividen. Yield SMSM biasanya berkisar 5-6% dengan pertumbuhan dividen positif setiap tahun.

5. PT Bukit Asam (PTBA)

Sebagai perusahaan batu bara milik держава, PTBA memiliki kebijakan dividen yang menarik. Dengan yield sekitar 8-10%, saham ini menjadi incaran investor dividen. Harga batu bara yang fluktuatif menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

6. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

ICBP merupakan salah satu pemimpin industri consumer goods di Indonesia. Dividen yield perusahaan ini berkisar 4-6% dengan rekam jejak pembagian dividen yang sangat konsisten selama lebih dari 10 tahun.

7. PT AKR Corporindo (AKRA)

AKRA merupakan perusahaan perdagangan dan distribusi bahan bakar. Dengan bisnis yang terus bertumbuh, AKRA membagikan dividen dengan yield 5-7% secara konsisten.

8. PT Barito Pacific (BRPT)

BRPT merupakan perusahaan petrokimia dan energi yang aktif membagikan dividen. Yield saham ini bisa mencapai 6-8% tergantung kinerja perusahaan dan harga energi global.

9. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

JPFA bergerak di sektor agribisnis dan pakan ternak. Saham ini menawarkan dividend yield sekitar 5-7% dengan potensi pertumbuhan dari ekspansi bisnis poultry dan aquaculture.

10. PT Semen Indonesia (SMGR)

SMGR merupakan pemimpin industri semen di Indonesia. Dengan yield 5-7% dan bisnis infrastruktur yang stabil, SMGR menjadi pilihan defensif bagi investor dividen.

Tips Memilih Saham Dividen High Yield yang Tepat

Sebelum membeli saham dividen high yield, pertimbangkan beberapa faktor penting berikut:

  • Payout ratio: Pastikan perusahaan tidak membagikan lebih dari labanya. Payout ratio ideal berada di kisaran 30-70%.
  • Konsistensi dividen: Pilih perusahaan yang memiliki riwayat pembagian dividen selama minimal 5-10 tahun berturut-turut.
  • Fundamental perusahaan: Periksa laporan keuangan, debt to equity ratio, dan arus kas bebas.
  • Diversifikasi sektor: Jangan konsentrasi di satu sektor saja untuk mengurangi risiko.
  • Harga wajar: Beli saham dividen saat harga masih wajar, bukan saat sudah terlalu tinggi.

“Dividen adalah bukti nyata bahwa perusahaan menghasilkan uang sungguhan. Semakin konsisten dividen dibagikan, semakin sehat operasional perusahaan tersebut.”

Perbandingan Yield: Saham Dividen vs Deposito Bank

Berikut perbandingan rata-rata yield yang bisa diperoleh investor pada 2026:

InstrumenRata-rata Yield
Deposito Bank3-5% per tahun
Saham Dividen High Yield5-10% per tahun
Obligasi Pemerintah6-7% per tahun

Seperti terlihat, saham dividen high yield menawarkan yield yang lebih menarik dibandingkan deposito. Namun, perlu diingat bahwa saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tidak ada pada deposito.

Bank Indonesia melalui situs resmi mereka secara berkala menetapkan suku bunga acuan yang mempengaruhi bunga deposito. Investor perlu memantau kebijakan moneter ini untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun saham dividen high yield menawarkan potensi income menarik, investor juga perlu mewaspadai beberapa risiko:

  • Risiko harga: Harga saham bisa turun signifikan jika fundamental perusahaan melemah.
  • Risiko pemotongan dividen: Perusahaan bisa mengurangi atau menghentikan dividen saat kondisi keuangan memburuk.
  • Risiko sektor: Saham di sektor tertentu seperti batu bara sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas.
  • Risiko likuiditas: Beberapa saham dividen mungkin memiliki likuiditas rendah.

Kesimpulan

Saham dividen high yield di BEJ menjadi alternatif menarik bagi investor yang ingin memperoleh passive income tanpa terjebak riba. Dengan yield yang bisa mencapai 5-10% atau lebih tinggi dari deposito, investor bisa memaksimalkan return dari portofolio investasinya.

Namun, kunci sukses investasi dividen terletak pada konsistensi dan kesabaran. Pilihlah saham dari perusahaan dengan fundamental kuat, riwayat dividen yang konsisten, dan bisnis yang mudah dipahami. Dengan strategi yang tepat, passive income dari dividen bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil dalam jangka panjang.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda sudah mulai menginvestasikan dananya ke saham dividen? Bagikan pengalaman dan strategi Anda di kolom komentar!

Untuk informasi lebih lanjut tentang investasi lainnya, kunjungi Kriptova.com dan baca artikel terkait strategi investasi saham kami.