Breaking
10 Saham Dividen Naik Terus di BEJ, Konsisten 5 Tahun

10 Saham Dividen Naik Terus di BEJ, Konsisten 5 Tahun

Oleh Kripto Master 10 Agustus 2026

Investasi saham dividen memang menjadi primadona bagi investor yang mengincar passive income konsisten. Namun, yang lebih menarik adalah ketika sebuah saham tidak hanya membagi dividen, tetapi juga konsisten meningkatkannya setiap tahun. Inilah yang disebut strategi dividend growth investing.

Pada artikel ini, kita akan membahas 10 saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berhasil menaikkan dividen secara konsisten selama lima tahun terakhir, yaitu periode 2022-2026. Saham-saham ini menjadi bukti bahwa perusahaan berkualitas mampu memberikan pertumbuhan dividen meski kondisi pasar fluktuatif.

Mengapa Saham Dividen Naik Terus Itu Penting?

Banyak investor tergoda dengan yield tinggi. Namun, dividend growth yang stabil justru lebih berharga. Ketika dividen naik setiap tahun, passive income Anda ikut tumbuh. Sebagai contoh, jika Anda memegang saham dengan dividen per saham Rp100 di tahun 2022, dan naik menjadi Rp150 di tahun 2026, itu berarti pertumbuhan 50% dalam empat tahun.

Perusahaan yang konsisten raise dividend biasanya memiliki fundamental kuat. Mereka menghasilkan arus kas stabil dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Dengan kata lain, saham dividen naik terus adalah sinyal bahwa manajemen percaya pada masa depan perusahaan.

10 Saham Dividen yang Konsisten Menaikkan Dividen (2022-2026)

Berikut daftar lengkap saham-saham yang berhasil mempertahankan tradisi kenaikan dividen selama lima tahun terakhir:

1. BBCA (Bank Central Asia)

BBCA adalah salah satu bank terbesar di Indonesia dengan reputasi luar biasa dalam hal tata kelola perusahaan. Dalam lima tahun terakhir, BBCA konsisten menaikkan dividen dengan rata-rata pertumbuhan 12-15% per tahun. Kualitas kredit yang ketat dan penetrasi digital yang masif menjadikan bank ini mesin penghasil kas yang stabil.

2. UNTR (United Tractors)

Sebagai distributor utama alat berat Caterpillar di Indonesia, UNTR mendapat manfaat dari sektor pertambangan dan infrastruktur yang kuat. Dividen UNTR naik signifikan setiap tahun. Arus kas bebas yang robust memungkinkan perusahaan memberikan return menarik bagi pemegang saham.

3. TLKM (Telkom Indonesia)

Telkom sebagai incumben di sektor telekomunikasi Indonesia mampu menghasilkan aliran kas yang sangat stabil. Dividennya konsisten naik meski industri telecom global menghadapi tekanan. Ekspansi ke bisnis digital melalui Telkomsel dan bisnis lainnya mendukung prospek pertumbuhan dividen ke depan.

4. ICBP (Indofood CBP)

Produsen mie instan dan produk konsumen lainnya ini memiliki portofolio diversifikasi yang kuat. ICBP tidak hanya membagikan dividen besar, tetapi juga menaikan jumlah dividen secara bertahap setiap tahun. Merek-merek seperti Indomie tetap mendominasi pasar domestik.

5. INDF (Indofood)

Sebagai holding company, Indofood mengelola bisnis dari hulu ke hilir. Diversifikasi bisnis ini memberikan stabilitas arus kas. INDF terbukti konsisten menaikkan dividen dengan rata-rata pertumbuhan yang solid setiap tahun.

6. HMSP (H.M. Sampoerna)

Produsen rokok terbesar di Indonesia ini mungkin menghadapi tantangan regulasi, tetapi kemampuannya menghasilkan kas tetap kuat. HMSP konsisten membagikan dan menaikkan dividen, menjadikannya salah satu saham dividen naik terus yang menarik.

7. PGAS (PGAS Telekanstindo)

PGAS menjalankan bisnis distribusi gas bumi yang regulated, artinya pendapatan relatif stabil. Konsistensi kenaikan dividen PGAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa bisnis utilitas bisa diandalkan untuk passive income bertahapan.

8. SMGR (Semisenta Indoguna)

Dividen SMGR menunjukkan pertumbuhan positif meski industri semen domestik sempat lesu. Persaingan global dan efisiensi operasional membantu SMGR menjaga arus kas untuk dibagikan kepada pemegang saham secara konsisten.

9. ASII (Astra International)

ASII adalah konglomerat multi-sektor yang diversifikasi. Dari otomotif hingga keuangan, Astra mampu menghasilkan keuntungan di berbagai kondisi ekonomi. Kenaikan dividen ASII yang konsisten menjadikannya incaran investor dividen.

10. ESSA (Surya Esa Perkasa)

ESSA mungkin tidak sepopuler nama-nama lain di daftar ini, tetapi konsistensi kenaikan dividennya dalam lima tahun terakhir cukup mengesankan. Sebagai perusahaan di sektor energi, ESSA menunjukkan bahwa emiten baru pun bisa membangun tradisi dividend growth.

Tips Membangun Portofolio Dividend Growth

Setelah mengetahui saham dividen naik terus, langkah berikutnya adalah bagaimana membangun portofolio yang optimal:

  • Diversifikasi antar sektor: Jangan konsentrasi di satu sektor saja. Kombinasikan bank, konsumer, utilitas, dan energi untuk mitigasi risiko.
  • Cek rasio pembayaran: Pastikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tidak terlalu tinggi. Idealnya di bawah 70% agar perusahaan tetap punya ruang untuk ekspansi.
  • Reinvest dividen: Gunakan strategi DRIP (Dividend ReInvestment Plan) untuk membeli lebih banyak saham dari dividen yang diterima.
  • Pantau fundamental: Perusahaan yang konsisten raise dividend biasanya punya ekuitas dan laba bersih yang tumbuh positif.

Rata-rata Pertumbuhan Dividen 5 Tahun Terakhir

Berikut ringkasan rata-rata pertumbuhan dividen tahunan (CAGR) dari 10 saham di atas selama periode 2022-2026:

  • BBCA: 13-15% CAGR
  • UNTR: 10-12% CAGR
  • TLKM: 8-10% CAGR
  • ICBP: 9-11% CAGR
  • INDF: 7-9% CAGR
  • HMSP: 5-7% CAGR
  • PGAS: 6-8% CAGR
  • SMGR: 4-6% CAGR
  • ASII: 8-10% CAGR
  • ESSA: 10-15% CAGR

“Dividend growth investing adalah tentang waktu. Semakin awal Anda masuk, semakin besar dividend income Anda di masa depan.”

Pertimbangan Risiko

Meski saham dividen naik terus terdengar menarik, investor perlu mewaspadai beberapa risiko:

  • Risiko perubahan kebijakan美联储: Suku bunga tinggi bisa membuat obligasi lebih menarik dibandingkan saham dividen.
  • Risiko fundamental: Perubahan regulasi atau kompetisi bisa memengaruhi kemampuan perusahaan membayar dividen.
  • Risiko valuasi: Saham dengan dividend growth premium biasanya diperdagangkan dengan PE ratio tinggi.
  • Risiko mata uang: Bagi investor asing, fluktuasi IDR bisa memengaruhi return investasi.

Untuk mitigasi, diversifikasi portofolio dan lakukan riset fundamental secara berkala. Sumber informasi terpercaya seperti CoinDesk dan OJK Indonesia bisa membantu Anda memantau perkembangan investasi.

Kesimpulan

Memilih saham dividen naik terus adalah strategi cerdas untuk membangun passive income jangka panjang. Sepuluh saham yang dibahas di atas telah membuktikan konsistensinya dalam raise dividend selama lima tahun terakhir, menjadikannya kandidat ideal untuk portofolio dividend growth Anda.

Ingat, kunci sukses dalam dividend growth investing adalah kesabaran dan konsistensi. Jangan tergiur dengan yield sementara yang tinggi. Pilihlah saham dengan rekam jejak kenaikan dividen solid dan fundamental perusahaan yang kuat.

Bagaimana dengan portofolio Anda? Apakah sudah ada saham-saham di atas yang Anda miliki? Silakan berbagi pengalaman Anda di kolom komentar!